Agustus 2026
METRO — Pengelolaan anggaran perguruan tinggi memasuki tuntutan baru: bukan sekadar memastikan program terlaksana, tetapi memastikan setiap perencanaan memiliki manfaat dan dampak yang terukur. Semangat tersebut menjadi bagian dari Rapat Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Universitas Muhammadiyah Metro Tahun Akademik 2026/2027 yang diikuti pimpinan Fakultas Teknik UM Metro.
Kegiatan RKAT berlangsung di Aula A.R. Fachrudin UM Metro dan menjadi momentum penyusunan arah program serta anggaran untuk tahun akademik mendatang. Agenda tersebut menekankan pentingnya efisiensi, penguatan program inovatif, serta keselarasan perencanaan unit kerja dengan arah pengembangan universitas.
Fakultas Teknik UM Metro mengikuti kegiatan tersebut melalui Dekan Fakultas Teknik Dwi Irawan, Wakil Dekan I Asroni, Wakil Dekan II Leni Sriharyani, Ka. Prodi Teknik Mesin Tri Cahyo Wahyudi, Ka. Prodi Teknik Sipil Chica Oktavia serta staf Tata Usaha Ayu Manunggal Putri.
Kehadiran unsur pimpinan dan tenaga kependidikan Fakultas Teknik menjadi bagian dari proses penyelarasan kebijakan universitas dengan kebutuhan fakultas. Perencanaan program dan anggaran di tingkat fakultas perlu diarahkan pada prioritas yang mendukung peningkatan mutu akademik, pelayanan mahasiswa, pengembangan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta penguatan Caturdharma perguruan tinggi.
RKAT 2026/2027 menjadi lebih dari sekadar agenda administratif tahunan. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi capaian, mengidentifikasi kebutuhan, serta memastikan rencana kerja berikutnya tidak berjalan berdasarkan pola lama tanpa melihat perubahan kebutuhan institusi.
Program yang tidak berdampak tidak seharusnya menjadi prioritas anggaran. Prinsip tersebut menjadi relevan dalam mendorong budaya kerja yang lebih efisien dan berbasis hasil. Setiap program perlu memiliki tujuan, indikator capaian, serta keterkaitan yang jelas dengan target pengembangan fakultas dan universitas.
Bagi Fakultas Teknik, penguatan perencanaan tersebut memiliki posisi strategis. Sebagai bagian dari institusi pendidikan keteknikan, program pengembangan akademik dan sumber daya manusia perlu terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, inovasi, serta tantangan pembangunan berkelanjutan.
Arah tersebut selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kualitas proses pendidikan dan pengembangan kompetensi sivitas akademika. Pengembangan inovasi, teknologi, dan infrastruktur pembelajaran juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Dari sisi tata kelola, perencanaan dan pengelolaan anggaran yang transparan, efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan memperkuat SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Sementara koordinasi antara pimpinan, tenaga kependidikan, dan unit-unit kerja dalam mencapai target institusi turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Keterlibatan Dekan, Wakil Dekan, dan staf Tata Usaha Fakultas Teknik dalam RKAT 2026/2027 memperlihatkan bahwa perencanaan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu unsur. Pimpinan menetapkan arah strategis, sementara dukungan administrasi dan tata kelola menjadi bagian penting dalam memastikan program dapat direncanakan dan dilaksanakan secara tertib.
Momentum RKAT ini sekaligus menjadi titik awal bagi Fakultas Teknik UM Metro untuk memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada efisiensi, akuntabilitas, inovasi, dan dampak. Anggaran bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menghasilkan peningkatan mutu yang dapat dirasakan mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat.
Dengan demikian, keterlibatan Fakultas Teknik dalam RKAT 2026/2027 menjadi bagian dari langkah memperkuat tata kelola fakultas yang semakin terarah. Tantangannya jelas: bukan seberapa besar anggaran yang terserap, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu dihasilkan dari setiap program yang direncanakan.